Halo Sobat Defamedia! Novel merupakan salah satu jenis karya tulis yang sangat digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan untuk dibaca. Novel memiliki daya tarik sesuai dengan genre yang ia usung dalam ceritanya. Genre novel adalah semacam kaidah atau ragam sastra yang dipakai guna membagi serta membedakan jenis atau tipe antara novel satu dengan novel yang lain.
Kita dapat menemukan banyak sekali ragam genre novel yang memikat hati kita sebagai pembaca. Agar kita dapat menentukan genre novel apa yang kita sukai, maka kita perlu mengetahui berbagai macam genre novel apa yang ada pada umumnya. Berikut macam-macam genre novel yang ada di sekitar kita:
Satu, Genre Romansa.
Romansa adalah ragam genre novel yang menceritakan tentang kisah asmara atau percintaan yang melibatkan tokoh-tokoh di dalamnya. Kita akan menemukan begitu banyak adegan yang ditulis secara romatis, sehingga membuat kita sebagai pembaca merasakan gelitikan cinta yang ditimbulkan oleh aksi tokoh yang ditulis. Bila dibandingkan dengan genre lain, genre ini merupakan genre yang paling banyak diminati oleh pembaca, terutama pembaca golongan remaja yang sedang menikmati indahnya cinta monyet. Contoh dari novel romansa, diantaranya adalah Antalogi Rasa karya Ika Natassa, Daun Jatuh yang Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye, Perahu Kertas karya Dee Lestari, dan masih banyak lagi.
Dua, Genre Humor.
Novel humor banyak digemari oleh para pembaca tanah air. Humor adalah ragam novel yang jalan ceritanya dibangun secara lucu atau komedi, dibuat dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dengan alur yang menarik dan mudah diikuti. Genre komedi dapat disandingkan dengan genre lainnya sehingga genre ini termasuk dalam genre yang fleksibel karena dapat disisipi di mana saja. Dalam novel humor, kita akan mendapati berbagai kejadian yang mengocok perut kita karena ulah lucu tokoh-tokoh di dalamnya.
Tak jarang novel komedi dijadikan sebuah film. Novel komedi yang sering kali diterbitkan menjadi sebuah film adalah novel karya Raditya Dika, salah seorang komedi kondang Indonesia. Banyak judul novel yang sudah dijadikan film, diantaranya Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal, dan Cinta Brontosaurus.
Tiga, Genre Horor.
Horor adalah genre novel yang cerita rekaan yang dimaksudkan untuk menimbulkan perasaan takut atau ngeri bagi pembacanya. Biasanya, dalam novel horor membawa adegan pelarian tokoh protagonis kepada sosok makhluk gaib. Novel dengan genre horor ini merupakan novel yang cukup rumit dalam penulisannya. Hal ini dikarenakan penulis harus memiliki keahlian menarasikan cerita yang ia buat dengan bahasa yang begitu menakutkan dan mencekam. Seringkali genre horor dipadukan dengan genre misteri dalam pembangunan dasar cerita yang ditulis. Contoh dari genre ini adalah Journal of Terror karya dari Sweta Kartika, Danur karya Risa Saraswati, The Chalk Man karya C.J. Tudor, Keluarga Tak Kasat Mata karya Bonaventura Genta, dan lain sebaginya.
Empat, Genre Misteri.
Genre misteri menyediakan kisah-kisah tentang teka-teki, kejanggalan sebuah kasus dan penyelesainnya. Lazimnya, novel dengan genre misteri ini memanfaatkan adegan tipu muslihat dan diakhiri dengan plot twist tak terduga yang membuat para pembaca merasakan emosi yang campur aduk dan tercengang-cengang. Genre ini kerap berkaitan dengan genre thriller dan novel berbau detektif.
Saat membaca genre ini pembaca harus fokus dan teliti oleh jalan ceritanya karena jika tidak teliti atau fokus, pembaca akan merasa bingung dan merasa ada sesuatu yang tertinggal saat membaca chapter sebelumnya, atau bahkan bisa terkecoh dengan klimaksnya. Kemudian, penulis novel ini akan menciptakan plot tak terduga dengan menghadirkan bagian-bagian yang belum lengkap dari cerita- cerita sebelumnya pada tiap segmen. Biasanya bagian-bagian yang disembunyikan akan muncul pada menjelang akhir episode cerita sehingga membuat alur ending tak terduga.
Contoh dari novel misteri adalah Katarsis karya Aemilia, seri Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, The Mirror Crack’d from Side to Side karya Agatha Christie, Psychic Detective Yakumo-The Light Beyond The Darkness karya Manabu Kaminga, dan masih banyak lagi.
Lima, Genre Petualangan.
Petualangan adalah genre novel yang berkisah mengenai petualangan, suatu usaha yang menarik dan melibatkan risiko dan bahaya fisik, yang membentuk alur cerita utama. Kita akan diajak oleh penulis dalam mengikuti pertumbuhan karakter dari tokoh yang ada di dalam novel. Biasanya, novel petualangan menyediakan unsur aksi, drama, dan romansa sehingga menambah ‘cita rasa’ dalam membacanya.
Genre ini bisa dikatakan sangat fleksibel karena dapat dimasukkan genre lainnya dalam satu cerita. Walaupun banyak disisipi oleh genre lain, namun genre utama dalam cerita tersebut tetap nuansa petualangan. Contoh dari genre ini adalah Supernova 2: Akar karya dari Dee Lestari, Serial Bumi, Tentang Kamu, Ayahku (Bukan) Seorang Pembohong karya Tere Liye, Hijab Traveler karya Asma Nadia, dan lain sebagainya.
Enam, Genre Fiksi Sains.
Fiksi sains atau Science Fiction adalah genre novel yang bercerita tentang pengaruh sains dan teknologi terhadap masyarakat ataupun dunia secara spekulatif. Genre yang biasa dikenal dengan sci-fi ini mengandung unsur ilmu pengetahuan, hukum alam semesta, perkembangan teknologi, dan lain-lain. Genre ini merupakan genre yang begitu banyak hal-hal baru di dalamnya, dari barang-barang yang tidak ada di zaman ini, hingga teori-teori gila yang akan memberikan dampak besar dalam alur ceritanya. Contoh dari genre ini adalah novel Destination: Jakarta 2040 karya dari Mashuri, Hujan dan Serial Bumi karya Tere Liye, Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh karya Dee Lestasri, dan masih banyak lagi.
Tujuh, Genre Fiksi Sejarah.
Fiksi Sejarah adalah genre novel yang mengambil setting atau latar belakang satu peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Kisah yang ditulis merupakan kisah fiksi yang bisa bersumber dari kisah nyata ataupun tidak. Genre ini mengajak kita untuk menilik masa lalu, bernostalgia pada masa-masa silam.
Contoh dari genre ini adalah novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, Max Havelaar karya Multatuli atau Dowes Deker.
Delapan, Genre Fan Fiksi
Fan Fiksi adalah genre novel yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter, atau latar yang sudah ada. Genre ini biasanya muncuk di komunitas-komunitas film ataupun karya seni lainnya. Biasanya genre ini hadir dari fans untuk fans. Contoh dari ragam ini banyak, namun tidak tersebar luas secara komersil.
Sembilan, Genre Fantasi.
Fantasi adalah genre novel yang jalan ceritanya berhubungan dengan tempat, kejadian, hingga memunculkan makhluk khayalan yang tidak nyata. Genre ini mengajak pembaca untuk bermain dengan imajinasinya dalam dunia imaji fantasi.
Lazimnya, cerita genre fantasi mengusung tema seperti mitos, hal-hal yang berbau gaib, kekuatan supranatural, dunia penyihir, yang mana dunia fantasi tidak ada dalam dunia nyata, dunia yang hanya diciptakan dari imajinasi penulis novel. Selain itu, novel dengan genre fantasi menyampaikan banyak nilai moral kepada para pembaca. Contoh dari ragam ini adalah Aroma Karsa karya Dee Lestari, The Lord of The Rings karya J.R.R Tolkien, Serial Harry Potter karya J.K Rowling, Serial Percy Jackson karya Rick Riordian, The School for Good and Evil karya Soman Chainani, Alice in Wonderland karya Lewis Carroll.
Sepuluh, Genre Thriller
Novel thriller mengandung unsur misteri, kejahatan pembunuhan, suspense, dan banyak lagi. Namun, pokok utama dari cerita tersebut terletak pada main character atau tokoh utama dalam bertahan hidup. Novel dengan genre ini bertujuan membuat para pembaca merasakan ketegangan selama proses membaca karena rentetan alur kejadian mengerikan dan penuh misteri yang menguras pikiran dan perasaan karena lazimnya genre ini selalu mengaitkan pada unsur psikologi dan moral value yang cukup dalam. Contoh dari genre ini adalah The Girl on the Train karya Paula Hawkins, The Tokyo Zodiac Murders karya Soji Shimada, dan masih banyak lagi.
Sebelas, Genre Inspiratif
Novel dengan genre inspiratif bertujuan untuk membrikan inspirasi bagi para pembaca, tak jarang dalam genre ini juga disisipi motivasi terkait kehidupan. Genre ini memaparkan kisah atau perjuangan hidup seseorang dan membuat semangat. Novel dengan genre inspiratif tidak melulu masuk dalam kategori fiksi saja, ada pula saduran dari biografi para tokoh yang berpengaruh.
Novel dengan genre inspiratif lazimnya mengandung nilai moral yang membawa para pembaca untuk merenungi kembali arti tentang sebuah perjuangan hidup. Adapun novel dengan genre inspiratif diantaranya adalah Trilogi 5 Menara karya Ahmad Fuadi, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Habibie dan Ainun karya B.J Habibie, Serial Anak Mamak karya Tere Liye, 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setiawan , dan masih banyak lagi.
Itulah berbagai macam genre novel yang dapat Defamedia rangkum. Sebenarnya masih ada genre-genre lain yang tak kalah seru untuk kamu baca, lho. Lain kali Defamedia akan coba rangkum di part selanjutnya, ya. Kamu paling suka genre novel yang mana Sobat Defa?
