Ketika Sobat Defa membaca buku-buku non-fiksi, kita akan menemukan banyak sekali dialog tag di setiap percakapan yang dituliskan oleh penulis.
Dialog tag adalah sebuah frase yang mengikuti dialog. Fungsinya adalah menginformasikan si pengucap kepada pembaca. Dialog tag juga bisa digunakan apabila dialog tersebut isinya tentang pengungkapan sesuatu.
Nah, jika sobat Defamedia sedang asik menulis cerita non-fiksi, kami akan memberikan beberapa daftar dialog tag yang dapat digunakan oleh sobat sekalian. Dialog tag ini nantinya dapat digunakan agar tulisan sobat menjadi lebih berwarna. Berikut ini dia varian dari bentuk dialog tag:
Pertama, Dialog Tag Bersifat Netral.
Variannya seperti: ujar, salam, celetuk, ucap, desak, pamit, harap, pesan, cetus, tutur, papar, ungkap, tandas, tanya, tegur, sapa, ajak, panggil, pungkas, tegas, ajak, pinta, tunjuk, beber, seloroh, cakap, lontar, dan akunya.
Kedua, Dialog Tag Bersifat Emosi Bernada Tinggi.
Variannya seperti: tekan, sembur, seru, erang, serang, cecar, raung, sergah, murka, dengus, ketus, marah, jerit, geram, usir, bentak, berang, hardik, teriak, tuduh, tampik, tantang pekik.
Ketiga, Dialog Tag Bersifat Emosi Bernada Rendah.
Variannya seperti: sindir, hina, gerutu, sungut, rengek, tekad, resah, cemooh, ejek, kelakar, canda, cela, ledek, gerundel, puji, keluh, adu, perintah, cibir, tuntut, decit, cicit, bisik, gumam, decak, rintih, desis, sesal, ulang, lirih, racau, batin, ringis, hembus, goda, rajuk.
Keempat, Dialog Tag Bersifat Respon.
Variannya seperti: sahut, lanjut, jawab, tawar, tolak, sambut, sanggah, imbuh, terang, balas, tangkas, tambah, sambung, jelas, sela, sosor, tukas, potong, kilah, usul, putus, protes, usai, saran, berondong, timpal, kekeh, kelit, deham.
Itulah beberapa dialog tag yang bisa dijadikan referensi untuk menulis dialog dalam tulisan kita Sobat Defa. Semoga beberapa penjelasan dalam postingan ini membantu.
