Penerbit Defamedia Pustaka

Bahasa Daerah yang Sama Tetapi Beda Arti

Indonedia merupakan negara yang memiliki keragaman bahasa dan budaya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh provinsi. Dari jumlah tersebut, 326 bahasa daerah digunakan di Papua. Banyak bukan?

Dari banyaknya bahasa yang ada di Indonesia ini, saat ini bahasa tersebut lambat laun mulai punah karena tidak adanya pelestarian bahasa daerah tersebut. Sangat disayangkan. Di sisi lain, terdapat fakta unik bahwa dari beragam bahasa tersebut, terdapat beberapa kata yang sama dalam penulisannya, namun ternyata memiliki arti yang berbeda.

Apa saja bahasa daerah tersebut?

1. Awak

Dalam bahasa Melayu, Awak memiliki arti Saya. Contoh dalam kalimatnya sebagai berikut, “Awak mau pergi pakai kereta.”

Dalam bahasa Sunda dan Jawa, Awak memiliki arti Badan. Contoh dalam kalimatnya sebagai berikut, “Pie kabar awakmu?”

2. Cokot

Dalam bahasa Jawa, Cokot memiliki arti Gigit. Contoh dalam kalimatnya sebagai berikut, “Tanganku ojo dicokot!”

Dalam bahasa Sunda, Cokot memiliki arti Mengambil. Contoh dalam kalimatnya sebagai berikut, “Cokot heula!”

3. Mbok

Dalam bahasa Jawa, Mbok memiliki arti sapaan terhadap perempuan yang lebih tua, seperti ibu-ibu atau nenek-nenek. Contoh dalam kalimatnya sebagai berikut, “Mbok, mau ke mana?”

Dalam bahasa Bali, Mbok memiliki arti sapaan bagi perempuan yang lebih tua tapi belum tentu lansia, seperti kakak perempuan. Contoh dalam kalimatnya sebagai berikut, “Aku pinjam bajumu, Mbok?”

Sungguh unik bukan fakta ini Guys? Satu kata yang sama namun memiliki arti yang berbeda. Begitu beragamnya bahasa di negeri kita tercinta, mari kita jaga dan lestarikan bersama.

Exit mobile version