Penerbit Defamedia Pustaka

Tata Letak Penulisan “Namun” dan “Tetapi”

Halo Sobat Defamedia! Dalam menulis cerita seringkali kalian menggunakan kata “namun” dan “tetapi” bukan? Namun, apakah kalian sudah mengerti penggunaan kata yang benar dari kedua kata tersebut? Untuk itu, yuk simak penjelasan mimin mengenai penggunaan kata “namun” dan “tetapi” agar kalian tidak salah lagi dalam menggunakan kedua kata tersebut.

Dilansir dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “namun” merupakan kata penghubung antarkalimat untuk menandai perlawanan, serta letaknya berada di awal kalimat. Sedangkan kata “tetapi” merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras, serta tata letaknya berada di tengah kalimat.

Contoh penggunaan kata “namun” dan ”tetapi” adalah sebagai berikut”

Namun : Besok Fanya ada ujian Bahasa Inggris. Namun, bukannya belajar, Fanya justru malah bermain bergosip dengan teman-temannya.

Tetapi : Ardi diberi uang oleh ibunya untuk membeli garam, tetapi Ardi malah menggunakan uang tersebut untuk membeli jajan.

Nah, bagaimana teman-teman? Sudah faham dengan penggunaan kedua kata tersebut dengan tepat bukan?. Oleh karena itu, pastikan lagi jangan sampai salah dalam menggunakan kedua kata tersebut ya karena penulis harus tau cara penggunaan kata yang benar.

Exit mobile version