Penerbit Defamedia Pustaka

Mengenal Istilah Populer dalam Bookstagram

Halo, Sobat Defamedia! Bookstagram—gabungan dari kata book dan Instagram—telah menjadi komunitas menyenangkan bagi para pecinta buku untuk berbagi ulasan, foto estetik, dan rekomendasi bacaan. Dunia Bookstagram bukan sekadar tempat berbagi foto buku yang estetik. Di dalamnya, ada komunitas pembaca dari berbagai penjuru yang saling terhubung lewat cerita, ulasan, dan semangat membaca. Namun bagi yang baru terjun ke dunia ini, tak jarang muncul kebingungan saat menemukan istilah-istilah asing yang sering digunakan. Agar tak bingung lagi, yuk kenalan dengan lima istilah yang paling sering muncul di Bookstagram!

Pertama, ada istilah TBR yang merupakan singkatan dari To Be Read. TBR mengacu pada daftar buku yang ingin dibaca seseorang. Bisa jadi itu adalah buku-buku yang sudah dibeli tapi belum sempat dibuka, atau sekadar deretan judul yang ada di wishlist dan menunggu waktu tepat untuk dibaca. Banyak pengguna Bookstagram yang rutin membagikan foto tumpukan TBR mereka, biasanya disertai dengan caption seperti “target bacaan bulan ini” atau “semoga nggak cuma numpuk di rak”.

Kedua, ada istilah DNF, singkatan dari Did Not Finish. Istilah ini digunakan ketika seseorang memutuskan untuk tidak menyelesaikan sebuah buku. Mungkin karena jalan ceritanya tidak sesuai ekspektasi, bahasanya kurang nyaman, atau memang sedang tidak cocok dengan suasananya. DNF bukan hal tabu di dunia membaca. Justru menjadi tanda bahwa pembaca tahu batas kenyamanannya sendiri—karena tidak semua buku harus diselesaikan.

Ketiga adalah Book Haul. Kalau kamu melihat seseorang memamerkan banyak buku baru di feed atau story mereka, itulah yang disebut book haul. Biasanya berupa foto atau video berisi koleksi buku yang baru saja dibeli atau didapatkan. Tak jarang book haul juga menjadi ajang berbagi antusiasme: “Niatnya cuma lihat-lihat, pulangnya bawa satu kantong penuh.” Siapa yang tidak relate?

Keempat adalah Reading Slump, yaitu kondisi ketika seseorang merasa kehilangan semangat membaca. Buku apa pun terasa berat untuk dilanjutkan, bahkan untuk sekadar membuka halaman pertama. Reading slump bisa disebabkan banyak hal, mulai dari kejenuhan, aktivitas lain yang menyita waktu, hingga pikiran yang sedang tak tenang. Tapi jangan khawatir, ini wajar dialami oleh siapa saja. Kadang, membaca ulang buku favorit atau mencoba genre yang berbeda bisa menjadi pemantik semangat baru.

Terakhir, ada istilah Buddy Read. Ini adalah kegiatan membaca buku secara bersama-sama dengan teman atau komunitas, lalu mendiskusikannya setelah selesai. Layaknya nonton bareng tapi versi buku, buddy read bisa jadi cara menyenangkan untuk tetap konsisten membaca sekaligus memperluas sudut pandang dari cerita yang sama.

Dengan mengenal istilah-istilah ini, semoga kamu bisa lebih nyaman menjelajahi Bookstagram dan merasa lebih dekat dengan komunitasnya. Karena pada akhirnya, Bookstagram bukan hanya tentang buku, tapi tentang orang-orang yang mencintainya.

Exit mobile version