oleh : Axel Aurelia Rahmadani (SMKN 7 Surakarta)
Pikiran meracau hebat
Mata yang berkaca
Berbentur dengan kemunafikan
Selayaknya manusia
Realita tak terduga
Sempat menenggelamkan asa
Rasa berteman logika
Membuatnya begitu gila
Mengobrak abrik ekspetasi
Menyesali kelalaian
Bertumpu dikedua kaki kecil
Sungguh, sempurnakanlah
Semestinya
Manusia tak berencana
Namun sepertinya
Mustahil untuk berlogika
Memelihara perih yang tak kunjung membaik
Menumpukan puing-puing lara
Menjadi sendu yang tak terawat



