Halo Sobat Defamedia! Saat kita membaca cerita, kita akan mendapati sebuah sudut pandang dari tokoh dalam cerita tersebut, entah itu sudut pandang orang pertama atau sudut pandang orang ketiga, tergantung pada bagaimana penulis memaparkan cerita tersebut. Nah, sebelumnya apa sih sudut pandang itu? Dan peran apa yang dimiliki oleh sudut pandang dalam sebuah cerita?
Sudut pandang adalah bagaimana cara penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Sudut pandang mempunyai peran penting dalam sebuah cerita karena dengan sudut pandang kita akan mengetahui peran tokoh dalam memainkan cerita dan juga cara penyampaiannya sehingga kita dapat memahami isi dari sebuah cerita tersebut dengan baik.
Lalu apa saja macam-macam sudut pandang? Yuk, sobat disimak baik-baik penjelasan di bawah ini ya!
- Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
Sudut pandang ini ditandai dengan adanya kata ganti “aku”. Penulis berperan sebagai pelaku utama sekaligus narator dalam ceritanya. Pada sudut pandang ini pembaca akan ikut merasakan dan melihat berdasarkan apa yang dialami oleh pelaku utama “aku”.
Contoh:
“Aku menangis dengan suara tertahan karena tidak mau terdengar sampai luar kamar. Aku berpikir dengan keras tentang kesalahan apa yang sudah kulakukan kepada mereka hingga mereka memperlakukanku seperti ini. Bukankah semua yang kukatakan benar adanya? namun kenapa mereka menganggapku sebagai tersangka, padahal akulah yang menjadi korban sebenarnya. ”
- Sudut Pandang Orang Pertama Jamak
Tidak jauh berbeda dengan poin nomor satu, hanya saja kata ganti “aku” diganti menjadi “kami” untuk mewakili beberapa orang dalam cerita.
Contoh:
“Nami, sahabat kami yang pendiam namun penuh dengan perhatian. Dia baru saja pulang dari luar negeri untuk mengunjungi kami, sahabatnya yang sudah tidak dia ditemui. Demi kedatangan Nami, kami bertiga berencana berlibur ke berbagai daerah supaya Nami mendapatkan kenangan indah dengan kami saat dia nanti kembali ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan dan pengobatannya.”
- Sudut Pandang Orang Ketiga Tunggal
Sudut pandang ini ditandai dengan kata ganti “dia” atau dengan menggunakan nama orang. Penulis tidak mengambil peran dalam cerita seperti pada sudut pandang orang pertama, namun disini penulis dapat mengendalikan tokoh ketiga sesuka hati.
Contoh:
“Dia selalu saja begitu. Tidak heran jika dia dikucilkan oleh teman-temannya. Bayangkan saja, demi mendapat perhatian teman-teman kelas, dia dengan terang-terangan menuduh teman sebangkunya dengan tuduhan menjiplak hasil karya tulisnya. Padahal nyatanya dialah yang menjiplak karya tulis orang lain dan menghapus nama pengarangnya. Sungguh menjijikkan.”
- Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak
Dalam sudut pandang ini penulis menggunakan kata ganti “mereka” pada sudut pandang orang ketiga jamak dengan menuturkan narasi berdasarkan pandangan kolektif atau kelompok.
Contoh:
“Matahari sudah mulai tenggelam, tetapi mereka belum menunjukkan batang hidungnya. Sudah empat hari sejak diberitakan bahwa terdapat lima orang rombongan pendaki dinyatakan menghilang, seluruh anggota SAR daerah setempat dan juga SAR nasional turut serta mencari lima pendaki tersebut. ”
Nah, itu dia macam-macam sudut pandang dalam sebuah cerita. Sebuah cerita tidak akan menarik jika tidak ada sudut pandang tokoh didalamnya.



